, Jakarta Menteri Perumahan dan Wilayah Pemukiman Maruarar Sirait telah bertemu Bos Lippo Kelompok James Riady sedang mengkaji solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Meikarta Acara itu digelar pada sore hari Rabu, tanggal 23 April 2025, di kantor Kementerian PKP yang terletak di Jakarta Pusat. Tidak hanya hadirnya CEO Lippo Group, Maruarar alias Ara juga membawa serta belasan pengguna Meikarta ke dalam pertemuan tersebut.
Sebelum bertemu dengan Bos Lippo tersebut, Ara sudah mewartakan masalah Meikarta kepada Presiden Prabowo Subianto. Pimpinan tertinggi negeri ini juga menekankan supaya kasus Meikarta diatasi secara adil serta sesuai aturan hukum yang ada.
Berikut ini adalah ringkasannya mengenai hasil pertemuan antara Ara dan James.
Mayoritas Konsumen Minta Pengembalian Dana
Sepanjang 26 Maret hingga 23 April 2025, Kementerian menerima pengaduan dari 118 konsumen Meikarta. Sebanyak 88 konsumen meminta pengembalian uang, 4 konsumen meminta pengembalian uang atau serah terima unit, 2 konsumen meminta serah terima unit, 1 konsumen mengadu soal IPL, dan 23 konsumen lainnya masih dalam tahap konfirmasi karena tidak mencantumkan keinginannya dalam pengaduan.
Dari total 118 keluhan yang diterima, Direktur Jenderal Kawasan Permukiman di Kementerian PKP Fitrah Nur menyebutkan bahwa 102 pelanggan sudah menyelesaikan persyaratan mereka. Ini berarti terdapat sebanyak 16 pelanggan lagi yang belum menuntaskan dokumen tersebut.
Berdasarkan informasi awal dari Kementerian PKP selaku penyelenggara sistem pelaporan BENAR-PKP, total dana yang telah disetorkan oleh 102 konsumen dalam proses pembelian apartemen mencapai angka Rp 26.855.558.439 atau setara dengan sekitar Rp 26,9 miliar.
Beri Batas Akhir Pengembalian Dana pada 23 Juli 2025
Mengacu pada tuntutan konsumen yang tercatat di Kementerian PKP, Menteri Ara meminta kepada James Riady agar pengembalian dana segera diselesaikan. Ia memberi tenggat waktu selama tiga bulan. “Saya targetkan penyelesaian masalah bisa selesai 23 Juli mendatang,” kata Ara.
Ara juga berencana membantu pengembalian dana konsumen Meikarta menggunakan uang pribadi. Rencananya, uang yang akan digunakan adalah gajinya selama menjadi advisor di Siloam Hospitals yang mencapai Rp 100 juta per bulan.
“Saya pernah menjadi advisor di perusahaannya Pak James. Namanya Siloam,” kata Ara. “Saya mau menyerahkan semua gaji yang pernah saya terima dari Siloam untuk membereskan masalahnya (Meikarta).”
James Riady: Ikut Arahan Pak Menteri
Pembangunan apartemen Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dilakukan oleh PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang merupakan anak perusahaan dari Lippo Group. CEO Lippo Group, James Riady, mengonfirmasikan bahwa pihak pengembangan Meikarta akan menuntaskan segala masalahnya bersama para konsumen.
Sebaliknya, James menegaskan bahwa upaya untuk memulihkan uang pelanggan dapat diselesaikan lebih awal daripada batas waktu yang diatur oleh Ara. Alasan utamanya adalah agar masalah tersebut tidak bertahan lama.
"Semakin cepat, semakin bagus," ujar James. Baginya, para pelanggan yang telah memercayakan diri mereka kepada Meikarta perlu diberikan penghargaan. "Saya percaya bahwa seharusnya Meikarta mengikut langkah-langkah Bapak Menteri," imbuhnya.
James juga menyatakan bahwa para kontraktor di Meikarta telah menyelesaikan 16 ribu unit properti yang akan ditransfer ke pemiliknya. Ia percaya bahwa proyek Meikarta bertujuan untuk hal positif. Akan tetapi, selama beberapa tahun terakhir, developer tersebut mengalami berbagai hambatan dalam proses pembangunan perumahan vertikal.
"Mendirikan sebuah kota baru sungguh bukan perkara sederhana. Terdapat ribuan jenis tantangan," ungkap James. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa para developer akan bertanggung jawab. "Apabila Meikarta telah menyelesaikan proyek-proyek besar, saya percaya hal-hal semacam ini pun akan terselesaikan dengan baik. Saya sangat optimis," jelas James.
Konsumen Optimistis Uang Kembali
Kedatangan James Riady pada rapat di Kementerian PKP telah meningkatkan keyakinan para pelanggan, termasuk Sugiyatno. Lelaki berumur 65 tahun itu merasa lebih tenang usai mendengarkan pernyataan James. Dia pun menjadi yakin bahwa permintaannya untuk pengembalian uang dapat terwujud.
Saya percaya uang saya akan dikembalikan karena beliau adalah Bos Lippo," ungkap Suyatno. "Semoga prosesnya lebih cepat.
Pria yang berprofesi sebagai konsultasn finansial dan pajak ini sudah melunasi pembayaran untuk satu unit apartemen di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, sejak 2017. Suyatno merogoh kocek setidaknya Rp 325 juta.
Rencana dia adalah menjadikan apartemen berukuran dua kamar tidur tersebut sebagai asset untuk diinvestasikan. Tetapi sampai tahun 2025, pihaknya belum juga menerima pengiriman unit secara resmi. Oleh karena itu, dia melaporkan hal ini kepada Kementerian PKP.
Hal senada disampaikan konsumen lainnya, Aditya Pramana, warga Bekasi, Jawa Barat. Dia memesan satu unit apartemen tipe studio pada 2017 dan telah melunasi pembayaran sekitar Rp 200 juta. Oleh karena tidak ada kepastian penyerahan unit, Aditya mengadu melalui kanal BENAR-PKP dan meminta pengembalian.
Setelah menunggu hampir 8 tahun, Adit optimistis uangnya bisa kembali. Ia pun merasa pertemuan konsumen Meikarta dengan Ara dan James Riady membuahkan hasil. “Ketemu titik terang,” ucapnya.
Komentar
Posting Komentar