Pada hari Kamis (24/4) pagi, Jakarta menempati posisi kelima sebagai salah satu dari lima kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia. Menurut data yang dikumpulkan oleh situs pengawas kualitas udara IQAir pada jam 09:20 WIB, ibu kota ini menduduki peringkat ke-empat dengan skor Indeks Kualitas Udara (AQI) sebesar 55, termasuk dalam kategori sedang.
Kota yang memiliki kualitas udara terbaik di Indonesia adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan skor AQI sebesar 43, termasuk dalam kategori baik.
Berikut adalah kelima kota yang memiliki kualitas udara paling baik di Indonesia pada hari Kamis (24/4):
- Palangkaraya, Kalimantan Tengah memiliki indeks pencemaran udara sebesar 43 yang termasuk dalam kategori baik.
- Badung, Bali memiliki indeks kualitas udara sebesar 49 yang termasuk dalam kategori baik.
- Ciputat, Tangerang Selatan, Banten memiliki indeks pencemaran udara sebesar 49 yang termasuk dalam kategori baik.
- Jakarta memiliki skor AQI sebesar 55 dan termasuk dalam kategori sedang.
- Denpasar, Bali memiliki nilai AQI sekitar 56 yang termasuk dalam kategori sedang.
Kualitas udara terbaik di dunia ditempati oleh Oslo di Norwegia dengan AQI poin 12 atau masuk kategori baik. Sedangkan kota dengan kualitas udara terburuk di dunia ditempati oleh Lahore di Pakistan dengan AQI poin sebesar 273 atau berada pada kategori sangat tidak sehat.
- Bekasi dan Surabaya Masuk 5 Besar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk Hari Ini
- Hentikan Pencemaran: Kendaraan yang Gagal dalam Tes Emissions Operation Dapat Ditilang dengan Denda hingga Rp 50 Juta
- Ikuti Langkah Paris dan Bangkok, Pemerintah Provinsi Jakarta Menambah SPKU Untuk Mengatasi Polusi
Indeks AQI menunjukkan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.
Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika .
Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150, yakni kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif dan bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200, yaitu kualitas udara di wilayah tersebut tidak sehat bagi manusia untuk beraktivitas di luar.
Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.
Komentar
Posting Komentar