Parafrafasinya adalah: Pohon Cinta adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di Pulau Kemaro. Terletak di tengah Sungai Musi, sekitar 6 km dari Jembatan Ampera.
Hal yang unik dari pohon ini adalah bahwa pohon tersebut tidak bisa mati meskipun tidak mendapatkan perawatan khusus. Diketahui, Pohon Cinta adalah Pohon Beringin tua yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
Pohon Cinta tumbuh di tengah-tengah Pulau Kemaro, dan dikenal sebagai simbol dari cinta yang sejati dan abadi. Banyak yang percaya bahwa jika pasangan menulis namanya di Pohon Cinta, maka hubungan mereka akan selalu langgeng dan harmonis.
Berbicara tentang Pohon Cinta, tentu tidak bisa dilepaskan dari legenda kisah cinta dari saudagar Tiongkok bernama Tan Bun An dengan seorang putri dari Palembang bernama Siti Fatimah.
Dahulu kala, Tan Bun An adalah seorang pedagang dari Tiongkok yang datang ke Palembang untuk berdagang. Ketika ia tiba di Palembang, ia bertemu dengan Siti Fatimah, putri seorang raja Palembang. Keduanya saling jatuh cinta dan mendapatkan restu dari kedua orang tua Siti Fatimah.
Namun, kisah cinta mereka terhalang oleh syarat yang diberikan kedua orang tua Siti Fatimah. Tan Bun An harus memberikan Siti Fatimah harta kawin dalam bentuk emas.
Tan Bun An akhirnya kembali ke Tiongkok untuk mengambil emas yang diminta. Setelah mendapatkan emas yang diminta, Tan Bun An menyembunyikan emas tersebut di dalam kotak sayur untuk menghindari para perampok.
Pada saat ia tiba di Palembang, salah satu penjaga kerajaan tidak menyadari bahwa kotak sayur tersebut berisi emas yang dibawa oleh Tan Bun An. Kotak tersebut dilempar ke sungai karena penjaga mengira bahwa kotak sayur tadi berisi sayuran busuk.
Setelah mendengar berita itu, Tan Bun An melompat ke dalam Sungai Musi untuk mencari kotak sayur berisi emas yang tadi ia bawa. Sayangnya, ia tidak muncul lagi ke permukaan. Siti Fatimah melihat kejadian tersebut dan merasa sedih. Akhirnya, ia juga melompat ke sungai dan memilih bertemu kekasihnya yang telah tiada. Seiring berjalannya waktu, tempat mereka tenggelam menjadi gundukan tanah yang sekarang disebut sebagai Pulau Kemaro.
Saat ini, Pohon Cinta dibuka untuk umum, tapi ketika perayaan besar seperti Imlek dan Cap Go Meh, orang-orang di sekitar yang berkunjung dilarang untuk memasuki kawasan Pohon Cinta. Hal ini dilakukan agar tidak ada vandalisme yang dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung.
Komentar
Posting Komentar