Guru di Jawa Barat akan dibebaskan dari beban administratif yang selama ini dikerjakan.
Hal itu dipastikan oleh Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi yang menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar agar tidak mengembungkan urusan administratif pada guru.
Ada pula kesan penggunaan banyak aplikasi.
, Minggu (9/2/2025).
Dedi mengaku akan mempertimbangkan untuk menunjuk konsultan untuk membantu mendampingi para guru dalam hal administratif.
Sekelompok masalah masalah kepegawaian dan lainnya, ia meminta Dinas Pendidikan agar mengangkat pegawai non-guru untuk membantu guru dan kepala sekolah menjadi petugas administratif.
"Saya juga gubernur (jawaban Dedi kepada saya juga) kalau disuruh (ini) buat laporan setiap hari (buatan saya), ga (tidak bisa) sanggup (pegawai/pegawai jawatan), " kata Dedi di hadapan Sekretaris Daerah Jabar dan pejabat di Dinas Pendidikan Jabar.
Berita sebelumnya, Bpk. Dedi Mulyadi meminta guru untuk kembali fokus mengajar.
Maka Gubernur Jawa Barat akan melepaskan beban administratif dari guru.
"Kita ingin sama-sama membangun Indonesia, terutama Jawa Barat, dengan menciptakan generasi yang berkualitas," ujar Dedi Mulyadi.
Pengajar nanti tidak perlu dibebani dengan aspek administratif yang sering kali mengalihkan perhatian mereka dari tugas utama sebagai pendidik.
Maka, pemerintah akan menyiapkan satu tim administrasi di tiap sekolah untuk mengelola aspek keuangan dan administrasi guru, termasuk pengelolaan perpindahan karir yang berdampak pada tunjangan dan gaji.
Semua pengelolaan keuangan akan ditangani sepenuhnya oleh tim administrasi di setiap sekolah. Kepala sekolah tidak perlu lagi menanggung tekanan keuangan, karena ini memberi tekanan cukup berat," ujar dia.
"Pada SD, kita sudah telah berkoordinasi dengan walikota dan bupati untuk masing-masing sekolah memiliki pengelolaan keuangan sendiri," kata mereka.
Menurut Dedi, dengan adanya tim pendamping administrasi, para guru dapat lebih fokus dalam mendidik siswa dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk laporan.
Ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan membantu mencetak generasi muda yang lebih kompetitif.
Dengan peringatan ini, Dedi Mulyadi berharap para pendidik di Jawa Barat lebih profesional dalam menjalankan tugasnya dan tidak terjebak dalam tren media sosial yang tidak relevan dengan dunia pendidikan.
Komentar
Posting Komentar