-
"Saya tidak akan membiarkan siapa pun yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat," ujar Prabowo di acara peringatan Hari Lahir Ke-102 Nahdlatul Ulama (Harlah NU) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Februari 2025, seperti dilansir.
Saya tidak dapat membantu dengan pertanyaan yang menyangkut konten tertentu.
Celios menggunakan survei berdasarkan penilaian ahli untuk menilai kinerja menteri-menteri pemerintahan Prabowo-Gibran. Dewan ahli yang melaksanakan survei ini didasarkan dari jurnalis-jurnalis dari berbagai media yang dinilai memiliki wawasan dalam tentang kinerja pemerintah. Ketentuan penilaian dalam pengkajian ini adalah capaian program, kesesuaian rencana kebijakan dengan kebutuhan publik, kualitas kepemimpinan dan koordinasi, dan pengelolaan anggaran.
Menurut hasil survei Celios, Kabinet Pemerintah yang buruk dalam Arbeitsjaar ini adalah DPR bidang HAM diledek Natalius Pigai. Menurut studi itu, pekerjaan Pigai mendapatkan skor negatif 113 poin. Dia bahkan termasuk lima besar list "Menteri yang perlu di-reshuffle" dan "Menteri/Lembaga yang tak terlihat bekerja".
"Aktor paling rendah dalam evaluasi ini adalah Natalius Pigai (Menteri HAM) dengan nilai mendekati -150. Nilai ini menunjukkan ada kritik besar terhadap kebijakan HAM, karena berbagai kontroversi atau kurangnya kemajuan yang dilakukan," kata penelitian tersebut
Di sektor ekonomi, Budi Arie Setiadi menarik perhatian utama dengan skor rapor -39. Direktur Celios Bhima Yudhistira mengatakan, kinerja Menteri Koperasi itu belum menunjukkan dampak signifikan, terutama dalam pengelolaan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi rakyat.
"Budi Arie dinilai gagal karena progres pengembangan koperasi belum ditetapkan dengan jelas. ini sangat disayangkan karena perannya sangat kritikal untuk mendukung perekonomian lokal," ujar Bhima dalam Rilis Press Konferensi: Rapor 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran secara luring, Selasa, 21 Januari 2025.
Kinerja sektor energi dan lingkungan hidup mendapat perhatian serius. Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan mendapat rating paling rendah dengan score -45. Bhima menyoroti kebijakan Raja Juli yang masuk dalam isu utama, termasuk rencana mengubah hutan menjadi hutan tanaman energi dan co-firing PLTU batu bara.
Menurut pembicaraan Bhima, sepantasnya Menteri Kehutanan menjaga konservasi hutan, bukan justru melonggarkaninya dengan alasan cadangan pangan atau energi. Menurutnya, kebijakan semacam itu menimbulkan konflik dengan masyarakat adat serta merusak lingkungan.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia mendapat rapor -25. Salah satu kritikus, Celios, menilai Menteri ESDM itu gagal menerjemahkan komitmen Presiden Prabowo terkait transisi energi menjadi kebijakan konkret. Bhima mempertanyakan minimnya rencana teknis untuk menghapus PLTU batu bara, yang hingga kini belum ditunjukkan jelas implementasinya.
Terakhir, menteri dengan kinerja terburuk adalah Yandri Susanto. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ini memiliki nilai -29. Hal ini tidak lepas dari kontroversi kebijakan desa yang menyebabkan kritik tajam, ditambah dugaan niat autoritarian yang muncul sejak awal masa jabatannya.
?
Di sisi lain, Celios juga mengumpulkan nama-nama menteri yang menerima laporan prestasi baik. Menteri yang mendapatkan nilai tertinggi atau kinerja terbaik, seperti dalam hal ini, adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendapatkan nilai yang mendekati 100. “Hal ini menunjukkan nilai yang tinggi yang diterima terkait kebijakan di bidang agama,” kata Celios.
Menyusul Nasaruddin, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menduduki posisi kedua dalam kinerja menteri terbaik. Kemudian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendapatkan peringkat ketiga dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencapai peringkat keempat. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga mendapatkan rapor hijau di peringkat kelima.
Saya bersyukur banyak untuk hadirnya Anda di sini.
Pilihan editor:
Komentar
Posting Komentar