GALAMEDIA NEWS - DPD PAN untuk KABUPATEN Bandung Barat telah mengirimkan somasi secara resmi ke Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.
Surat somasi itu diketuai dan ditanda tangani secara langsung oleh Ketua DPD PAN KBB, Asep Bayu Rohendi, bersama dengan Wakil Sekretaris DPD PAN KBB, Sukiman Abu Bakar.
Seperti telah disebutkan, Jeje Ritchie Ismail sebelumnya didukung oleh partai PAN ketika mendaftar sebagai calon Bupati untuk Kabupaten Karawang Berkelanjutan (KKB) dalam pemilihan kepala daerah tahun 2024. Orang yang sama ini pernah berkiprah sebagai mantan drummers grup musik Govinda dan juga sempat mengajukan dirinya sebagai kandidat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Dapil Jawa Barat II (yang terdiri dari Kabupaten Bandung dan KKB) pada pemilihan legislatif 2024, tetapi ia tidak berhasil lolos menuju Senayan.
Ironisnya, baru berumur kurang dari 100 hari dalam jabatan sebagai Bupati, Jeje telah bertemu dengan goncangan politik. Bahkan lebih mencengangkan, partainya sendiri yakni PAN, malah menjadi orang yang menyodorkan somasinya.
Dalam surat somasi tersebut, Bupati Jeje diminta segera merealisasikan pencairan dana bantuan atau dana pembinaan bagi partai politik, khususnya kepada DPD PAN KBB.
Selain itu, PAN KBB meminta Bupati Jeje untuk segera membuka dialog politik spesifik demi menemukan jalan keluar dari perselisihan saat ini. Apabila permintaan ini diabaikan, kader-kader PAN berencana melakukan protes di hadapan Kantor Bupati Bandung Barat dan bahkan dapat mencabut dukungan mereka dalam urusan politik.
Ketua Pendirin Kabupaten Bandung Barat, Yacob Anwar Lewi, menyampaikan kekecewaannya atas sikap Bupati Jeje yang kelihatannya diam tentang surat teguran tersebut. Menurut Yacob, sebagai pemimpin wilayah, Jeje harus dapat mengambil tindakan tepat untuk menenangkan perselisihan di dalam negeri antara pemerintahan lokal dan partainya sendiri.
"Ketidakberdayaan Bapak Jeje dalam berbicara sebenarnya dapat menghasilkan efek merugikan bagi proses kepemimpinan. Dia memiliki tujuan luhur yaitu menciptakan Bandung Barat yang Berbudi melalui kekuatan 'Bersama-sama'. Tetapi bagaimana kita mewujdkannya jika ada perbedaan pendapat antara beliau dengan partainya yang dulunya memberinya dukungan?" papar Yacob saat ini bertindak sebagai Kepala Paguyuban Pahlawan Peduli Pengembangan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB).
"Belum mencapai seratus hari kerjanya. Jangan sampai rakyat dihadirkan dengan perselisihan politik antara bupati dan partainya yang mengajukan nama. Kami berharap agar Bapak Jeje dapat secepatnya melakukan tindakan nyata dalam menangani masalah ini," katanya tambahan.
Yacob juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa polemik yang dibiarkan berlarut-larut ini bisa berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik serta terhambatnya pembangunan di wilayah KBB.***
Saya mengerti bahwa pemerintah daerah sekarang tengah fokus pada audit dari BPK serta diskusi tentang RPJMD. Namun, hal tersebut tetap perlu dihadapi dengan pendirian yang kuat. ambeuk parama arta ", yaitu mengutamakan hal-hal yang sangat urgent dan penting," tambahnya. ***
Komentar
Posting Komentar